YOGYAKARTA – Direktur HURIES Indonesia, Ibnu Nugroho, S.I.P., M.Sc., hadir sebagai narasumber dalam program “Sekolah Demokrasi” yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Yogyakarta pada 17-18 Juni 2026 di Hotel New Saphir Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan organisasi kepemudaan dan generasi muda terpilih untuk memperkuat kapasitas politik mereka.

Dalam paparannya, Ibnu menekankan pentingnya partai politik sebagai “Soko Guru” demokrasi. Baginya, sehatnya sistem demokrasi nasional berbanding lurus dengan kualitas partai politik dan partisipasi kritis warga negara.
“Partai politik berfungsi menyalurkan aspirasi, merekrut pemimpin, dan menjadi jembatan antara masyarakat dengan negara. Demokrasi yang sehat membutuhkan partai yang sehat, dan partai yang sehat tentu membutuhkan warga negara yang sadar dan kritis,” ujar Ibnu.
Dalam kesempatan tersebut, Ibnu juga menyoroti bahaya apatisme politik di kalangan anak muda. Ia mengingatkan bahwa hampir setiap aspek kehidupan sehari-hari, mulai dari pendidikan hingga harga kebutuhan pokok, sangat dipengaruhi oleh keputusan politik. Oleh karena itu, pendidikan politik menjadi instrumen penting untuk membentuk warga negara yang sadar hak dan kewajibannya, bukan sekadar mencetak politisi.

“Kita tidak boleh apatis terhadap politik. Politik memengaruhi kehidupan kita setiap hari, bahkan sampai ke dapur rumah kita,” tegasnya.
Kegiatan Sekolah Demokrasi ini juga menghadirkan kolaborasi lintas perspektif untuk memberikan edukasi komprehensif bagi para peserta, di antaranya:
-
Obed Kresna Widyapratistha (Citizens Lab Institute) membahas budaya dan etika politik.
-
Pangky Febrianto (UP 45) membedah bahaya politik uang (money politic).
-
Center for Digital Society (CfDS) Fisipol UGM memberikan edukasi mengenai debunking disinformasi politik.
Kehadiran HURIES Indonesia dalam forum ini merupakan wujud nyata kontribusi organisasi dalam mendukung penguatan demokrasi dan pengembangan kapasitas kepemimpinan generasi muda di tingkat daerah.

